Bantuan Berupa Paket Alat Kebersihan Masjid dari NF Peduli untuk NTT

(24/09/26)Emergency Response Gempa Bumi NTT Supported by: Nurul Fikri Peduli

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WITA, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang berpusat di laut sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Kabupaten Nagekeo tersebut menimbulkan guncangan kuat yang dirasakan di sejumlah wilayah di Flores. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan setelah gempa, namun kemudian dicabut. Gempa utama juga diikuti oleh aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung hingga hari ini. Gempa bumi tersebut berdampak pada sejumlah kabupaten di Provinsi NTT, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, jalan, dan jembatan. Di beberapa wilayah, kerusakan infrastruktur turut mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat. Ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan atau kondisi lingkungan dinilai belum aman untuk ditempati.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa bumi. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 50 jiwa meninggal dunia dan 643 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 239 orang mengalami luka berat dan 409 orang luka ringan. Selain itu, sebanyak 24.124 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka mengalami kerusakan. Kabupaten Manggarai juga mengalami dampak besar akibat gempa tercatat 60 jiwa meninggal dunia, 25 orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan, serta 5.779 orang masih mengungsi. Kerusakan tercatat pada 22.940 rumah, yang terdiri dari 8.500 rumah rusak ringan, 6.806 rusak sedang, dan 7.634 rusak berat.

Pasca gempa bumi, masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan. Kerusakan rumah, mulai dari rusak ringan hingga hancur total, menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan memilih untuk tetap mengungsi karena masih mengalami trauma serta khawatir terhadap gempa susulan. Di sejumlah lokasi pengungsian, masyarakat masih tinggal di tenda-tenda sederhana dengan keterbatasan listrik, penerangan, jaringan komunikasi, serta akses terhadap air bersih. Bahkan di beberapa wilayah terpencil, masyarakat masih mengandalkan air sungai atau membeli air secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bencana juga berdampak pada mata pencaharian masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan. Sejumlah kapal mengalami kerusakan akibat gelombang tsunami kecil, sementara kondisi psikologis masyarakat yang masih diliputi trauma membuat sebagian warga belum dapat kembali bekerja secara normal. Dengan kerusakan tempat tinggal, terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar, serta minimnya bantuan yang diterima, masyarakat terdampak masih mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan bertahan dalam masa pemulihan pascabencana.

 

Implementasi Bantuan

Bantuan Berupa 3 Paket Alat Kebersihan Masjid dengan jumlah Penerima Manfaat 1.400 Jiwa/280 KK

Isi Paket: Keset, Sepatu bot, Tempat sampah besar, Selang Air, Sarung tangan karet, Sapu lidi, Sekop sampah, Tong sampah, Sapu ijuk, Alat pel putar, Tempat sampah kecil, Sekop, Sikat toilet, Wiper, Gerobak, Kresek sampah, Kacamata pelindung, Ember, Kanebo, Pol (Super pel), Sarung tangan kombinasi dan Sodok air.

Lokasi Distribusi:

  • Masjid Baitul Rahman, Kampung Batok,
    Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten
    Manggarai
  • Masjid Al Istiqomah, Dusun Ronting Desa
    Satar Kampas Lamba Leda Utara,
    Kabupaten Manggarai Timur
  • Masjid Nurul Barokah, Kampung Sigi,
    Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas,
    Kabupaten Manggarai Timur

Bantuan berupa 3 paket alat kebersihan masjid telah disalurkan pada 24 September 2026 di 3 masjid terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yaitu Masjid Baitul Rahman di Kampung Batok, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai; Masjid Al Istiqomah di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas Lambaeda Utara, Kabupaten Manggarai Timur; serta Masjid Nurul Barokah di Kampung Sigi, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan ini menjangkau sekitar 1.400 Jiwa/280 KK. InsyaAllah, bantuan tersebut dapat mendukung proses pembersihan dan menjaga kebersihan masjid, serta membantu masyarakat terdampak gempa dalam menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Artikel

Portal Artikel website NF Peduli merupakan informasi aktual berupa literasi digital untuk pembaca supaya melek informasi.

Sub Artikel

Artikel Lainnya

Kategori

Commitment to Care and Share

Lembaga kemanusiaan Nurul Fikri Peduli yang Amanah, Profesional dan Inklusif.

Video

© 2024 Nurul Fikri Peduli