12 September 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, NF Peduli kembali melaksanakan kegiatan yaitu berupa Pembagian Air Bersih. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Kalam Hikmah. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, tersebut menjadi bagian dari aksi kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Air Bersih untuk Kebutuhan Masyarakat Dalam kegiatan ini, NF Peduli menghadirkan mobil tangki air bersih sejumlah 8000 liter ke lokasi Pondok Pesantren Kalam Hikmah. Air kemudian disalurkan kepada penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Warga dan penerima manfaat membawa berbagai wadah untuk menampung air yang disalurkan. Proses pembagian berlangsung secara tertib dengan dukungan tim di lapangan. Kehadiran bantuan air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata di tengah kondisi terbatasnya ketersediaan air. Menguatkan Semangat Berbagi Program pembagian air bersih merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian NF Peduli kepada masyarakat. Bagi sebagian masyarakat, akses terhadap air bersih mungkin menjadi sesuatu yang mudah diperoleh. Namun, dalam kondisi kekeringan, mendapatkan air bersih dapat menjadi tantangan tersendiri. Melalui kegiatan ini, NF Peduli ingin mengajak lebih banyak pihak untuk bersama-sama membangun kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Peduli sesama, menguatkan kebersamaan.” Kolaborasi untuk Memberikan Manfaat Kegiatan di Pondok Pesantren Kalam Hikmah juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga, masyarakat, relawan, dan para donatur. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program sosial seperti pembagian air bersih dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. NF Peduli berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menginspirasi semakin banyak orang untuk ikut berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Terima Kasih kepada Para Donatur NF Peduli mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pembagian air bersih ini. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat dan menghadirkan manfaat yang lebih luas. Mari bersama menghadirkan lebih banyak kebaikan melalui kepedulian dan berbagi kepada sesama. Informasi Kegiatan Nama Kegiatan: Pembagian Air BersihTanggal: Sabtu, 12 September 2026Lokasi: Pondok Pesantren Kalam HikmahWaktu: 08.00–10.00Penyelenggara: NF Peduli
Menumbuhkan Generasi Saleh: Kajian Tadabbur Al-Qur’an SMPI NF Peduli
Kajian Tadabbur Al-Qur’an SMPI NF Peduli Tekankan Iman, Keteladanan, dan Amal Depok, 4 September 2026. Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Namun, menjadi anak saleh bukanlah sesuatu yang terbentuk secara instan. Ia lahir dari proses pendidikan yang panjang, keteladanan, pembiasaan kebaikan, serta kedekatan dengan Al-Qur’an. Pesan inilah yang mengemuka dalam Kajian Tadabbur Al-Qur’an SMPI NF Peduli yang diselenggarakan pada Jumat, 4 September 2026, di Lantai 1 Masjid Nurul Fikri, Depok. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.45–10.45 WIB tersebut menghadirkan Ust. Drs. Sueb Mawardi, M.Ag. sebagai pemateri dan diikuti oleh guru, siswa, serta orang tua SMPI NF Peduli. Mengenali Ciri-Ciri Orang Saleh Mengangkat tema “Ciri-Ciri Orang Sholeh”, kajian mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman agama secara teoritis, tetapi melihat bagaimana nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu landasan yang dibahas adalah QS. Ali Imran ayat 114, yang menggambarkan orang-orang saleh sebagai mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mengajak kepada kebaikan (makruf), mencegah kemungkaran, serta bersegera dalam mengerjakan berbagai kebajikan. Dengan demikian, kesalehan tidak hanya tercermin dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kepedulian, akhlak, dan semangat menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat. Anak Saleh, Investasi Terbaik bagi Orang Tua Kajian juga mengingatkan besarnya nilai seorang anak yang tumbuh dalam kesalehan bagi kedua orang tuanya. Anak saleh merupakan anugerah sekaligus investasi akhirat karena doa dan kebaikannya dapat menjadi amal yang terus mengalir bagi orang tua. Kesalehan anak juga menjadi sumber ketenangan dan keharmonisan dalam keluarga. Karena itu, membentuk anak menjadi pribadi yang saleh bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan amanah bersama yang membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan pendidikan. Pendidikan yang Tidak Berhenti pada Nasihat Untuk membentuk karakter anak yang saleh, diperlukan proses pendidikan yang berkesinambungan. Materi kajian menekankan pentingnya keimanan yang kokoh, dai yang handal, karakter cekatan (musara’ah), serta tarbiyah yang berlangsung secara terus-menerus dan simultan. Pembentukan karakter membutuhkan proses yang konsisten. Apa yang ditanamkan di sekolah perlu diperkuat di rumah, sementara nilai-nilai yang diajarkan kepada anak perlu hadir dalam bentuk pembiasaan dan contoh nyata. Hal tersebut selaras dengan metode Rasulullah SAW dalam mendidik anak yang turut dibahas dalam kajian, yakni melalui kelembutan dan kasih sayang, keteladanan, nasihat, doa, serta pendidikan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Anak tidak cukup hanya diberi tahu tentang kebaikan. Mereka perlu melihat kebaikan itu hadir dalam perilaku orang-orang dewasa di sekitarnya. Sinergi Sekolah, Guru, dan Orang Tua Dalam sambutannya, Krisna Panji, S.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Dakwah dan Media NF Peduli, menyampaikan bahwa kajian Tadabbur Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar NF Peduli dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak. “Kita ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan dekat dengan Al-Qur’an. Karena itu, pendidikan anak membutuhkan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.” Ia juga mengajak peserta menjadikan kajian bukan sekadar ruang untuk memperoleh pengetahuan, melainkan momentum untuk melakukan muhasabah dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. “Tadabbur berarti kita tidak berhenti pada membaca dan mengetahui ayat, tetapi berusaha memahami pesan Allah dan menghadirkannya dalam perilaku kita. Mudah-mudahan dari masjid ini lahir generasi yang mencintai Al-Qur’an, mencintai kebaikan, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.” Melalui kegiatan ini, NF Peduli berharap guru, orang tua, dan siswa semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu bersama-sama mewujudkan generasi yang beriman, berakhlak, cekatan dalam kebaikan, dan bermanfaat bagi sesama. Sebab, pada akhirnya, tadabbur bukan sekadar tentang memahami ayat, tetapi tentang bagaimana pesan-pesan Al-Qur’an hadir dalam kehidupan dan berubah menjadi amal nyata. NF Peduli — Commitment to Care and Share.
Sumur Wakaf Air Bersih untuk Pondok Pesantren Kalam Hikmah
Bersama menghadirkan akses air bersih untuk mendukung kehidupan, pendidikan, dan aktivitas ibadah para santri serta masyarakat sekitar. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di lingkungan pesantren, ketersediaan air menjadi semakin penting karena digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, mandi, mencuci, kebersihan lingkungan, hingga mendukung aktivitas ibadah dan pendidikan. Melalui program Sumur Wakaf Air Bersih, NF Peduli mengajak para donatur dan masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan sarana air bersih yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang di Pondok Pesantren Kalam Hikmah, wilayah Jabodetabek. Mengapa Program Ini Dibutuhkan? Pondok pesantren merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan, pembinaan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri serta penghuninya. Karena itu, keberadaan sarana air yang memadai menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang aktivitas di lingkungan pesantren. Program ini dirancang untuk membantu menyediakan sumber air bersih melalui pembangunan sumur dengan kedalaman rencana hingga 50 meter, lengkap dengan sarana penunjangnya. Selain memberikan manfaat langsung bagi lingkungan pesantren, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Wakaf yang Manfaatnya Terus Mengalir Berbeda dengan bantuan yang manfaatnya hanya dirasakan dalam waktu singkat, pembangunan sarana air bersih memiliki potensi manfaat yang dapat digunakan berulang kali dalam jangka panjang. Setiap kali air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kebersihan, aktivitas pendidikan, maupun ibadah, insyaAllah menjadi bagian dari manfaat yang lahir dari wakaf dan kebaikan para donatur. Karena itu, Sumur Wakaf Air Bersih bukan hanya tentang membangun sebuah sumur. Ini adalah ikhtiar untuk menghadirkan sumber kehidupan sekaligus amal jariyah. Siapa yang Akan Mendapatkan Manfaat? Program ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih di lingkungan Pondok Pesantren Kalam Hikmah dan masyarakat di sekitarnya. Estimasi penerima manfaat program mencapai: ±100–150 KK Manfaat yang diharapkan antara lain: Mendukung kebutuhan air bersih sehari-hari. Mendukung kebersihan dan sanitasi lingkungan. Menunjang aktivitas ibadah. Mendukung kegiatan pendidikan dan kehidupan para santri. Memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Membangun sarana yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Apa Saja yang Akan Dibangun? Agar sumur dapat berfungsi secara optimal, program tidak hanya mencakup pengeboran, tetapi juga sejumlah sarana pendukung. Rencana pembangunan meliputi: No. Kebutuhan Rencana 1 Pengeboran Sumur 50 meter 2 Mesin Air 1 unit 3 Toren Air 1.000 liter 4 Paralon & Instalasi 1 paket 5 Tiang Toren 1 unit 6 Prasasti Batu 1 unit 7 Spanduk 2 unit 8 Survey & Assessment 1 paket 9 Maintenance 1 paket Total kebutuhan program: Rp30.800.000 Anggaran tersebut disusun berdasarkan kebutuhan pembangunan dan instalasi sarana air bersih di lokasi. Dokumentasi Kondisi Lokasi Program ini disiapkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Berikut beberapa dokumentasi lingkungan Pondok Pesantren Kalam Hikmah yang menjadi lokasi program. Pembangunan sumur nantinya akan dilakukan melalui tahapan survey dan assessment, pengeboran, pemasangan sarana air, instalasi perpipaan, hingga pengecekan dan maintenance awal. Mari Ambil Bagian dalam Amal Jariyah Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk membangun sebuah fasilitas yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang. Namun, melalui wakaf dan donasi bersama, kita dapat mengambil bagian dalam mewujudkannya. Bayangkan ketika air dari sumur ini digunakan untuk: bersuci sebelum shalat, membersihkan lingkungan pesantren, memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung aktivitas para santri, dan digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi bagian dari pahala kebaikan bagi mereka yang ikut mewujudkannya. Mari Wakafkan Sebagian Rezeki Kita NF Peduli mengajak para donatur, komunitas, lembaga, perusahaan, dan masyarakat luas untuk ikut mendukung terwujudnya Sumur Wakaf Air Bersih Pondok Pesantren Kalam Hikmah. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk: Wakaf/donasi sesuai kemampuan. Donasi bersama komunitas atau keluarga. Dukungan pengadaan material. Dukungan biaya pembangunan. Membantu menyebarkan informasi program kepada orang lain. Tidak harus menunggu mampu membangun semuanya. Satu kontribusi kecil yang digabungkan dengan kontribusi banyak orang dapat menjadi sebuah sumber manfaat yang besar. Mari bersama menghadirkan sumber kehidupan. Dukung Program Sumur Wakaf Air Bersih NF Peduli. Target kebutuhan dana: Rp30.800.000 Penerima manfaat: ±100–150 KK Lokasi: Pondok Pesantren Kalam Hikmah – Jabodetabek 👉 DONASI SEKARANG Semoga wakaf yang kita tunaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir selama sarana tersebut memberikan manfaat.
Mengharukan! 5 Truk Tangki Bantuan Air Bersih Gaza dari Donatur Indonesia Tiba dengan Selamat
Di tengah krisis kemanusiaan yang masih melanda saudara-saudari kita di Palestina, akses terhadap air bersih menjadi sebuah kemewahan yang sangat sulit didapatkan. Namun, kepedulian tak pernah mengenal batas. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari #OrangBaik di Indonesia, NF Peduli berhasil menyalurkan bantuan air bersih Gaza yang sangat krusial. Pada bulan Oktober 2025 yang lalu, amanah para donatur telah terwujud dalam bentuk 5 truk tangki air bersih yang tiba dengan selamat untuk para pengungsi dan warga terdampak di G4z4. Kolaborasi Kebaikan Lintas Batas: NF Peduli & Al-Khair Untuk memastikan bantuan ini sampai kepada yang paling berhak, NF Peduli menjalin kolaborasi nyata dengan lembaga kemanusiaan internasional, Al-Khair Foundation. Sinergi ini memungkinkan proses distribusi berjalan lancar, menjangkau titik-titik pengungsian yang paling membutuhkan air untuk minum, memasak, dan sanitasi dasar. Penyaluran 5 truk tangki ini adalah bukti bahwa kebaikan yang terorganisir mampu memberikan dampak yang signifikan. Setiap Tetes Adalah Harapan: Momen Penyaluran yang Penuh Syukur Bagi kita, air mungkin hal yang biasa. Namun bagi mereka, setiap tetesnya adalah harapan dan penyelamat hidup. Bantuan ini tidak hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit akibat penggunaan air yang tidak higienis. Raut wajah penuh syukur dan senyum anak-anak saat menerima air bersih menjadi pemandangan yang tak ternilai harganya. Saksikan momen-momen penuh haru saat bantuan tiba melalui video dokumentasi berikut: (Sematkan/Embed Video YouTube di Sini) https://youtu.be/_1Su0NemPUY [Saran: Sisipkan foto terbaik dari dokumentasi di sini. Gunakan Alt Text pada gambar: “Distribusi bantuan air bersih Gaza oleh relawan NF Peduli”] Amanah Anda Telah Tersampaikan, Terima Kasih #OrangBaik! Program ini tidak akan pernah terwujud tanpa uluran tangan dan kemurahan hati para donatur. Kami dari NF Peduli mengucapkan jazaakumullahu khairan katsiran, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada setiap individu yang telah menitipkan donasinya. Kepercayaan Anda adalah bahan bakar bagi kami untuk terus bergerak menebar manfaat. Perjuangan Belum Usai: Mari Terus Alirkan Kepedulian Anda Meski bantuan telah tersalurkan, perjuangan saudara kita di P4lestin4 masih panjang. Kebutuhan akan pangan, medis, dan air bersih masih sangat tinggi. Jangan biarkan aliran kebaikan ini terhenti. Mari terus bergandengan tangan dan menjadi bagian dari solusi. Salurkan donasi terbaik Anda untuk Palestina melalui kanal resmi NF Peduli: 💧 DONASI DAKWAH & SOSIAL 💧 Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7128233468 Atas Nama: Yayasan Nurul Fikri Peduli Crowdfunding Online (Lebih Mudah & Cepat) Klik Tautan: https://nurulfikripeduli.id/campaign/palestina/ Informasi & Konfirmasi Donasi (Admin) WhatsApp: 0812-9559-4221 Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan kita dengan pahala yang berlipat, keberkahan, dan kemudahan dalam segala urusan. Aamiin.
Simulasi Bencana Gempa Bumi di TKIT Nurul Fikri Bersama UPT Damkar Cimanggis
Depok, 23 September 2025 – TKIT Nurul Fikri mengadakan kegiatan Pelatihan Simulasi Bencana Gempa Bumi yang melibatkan anak didik, guru, serta karyawan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi. Pelatihan ini terlaksana berkat kolaborasi antara TKIT Nurul Fikri, Nurul Fikri Peduli, dan UPT Damkar Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Acara berlangsung di halaman TKIT Nurul Fikri dan dipandu langsung oleh Pak Sastra Winata, selaku Danton UPT Damkar Cimanggis. https://nurulfikripeduli.id Edukasi Siaga Bencana Sejak Usia Dini Dalam simulasi ini, anak-anak diajarkan bagaimana bersikap ketika gempa bumi terjadi, mulai dari berlindung di tempat aman, hingga cara evakuasi menuju titik kumpul. Guru dan karyawan sekolah juga ikut serta, sehingga seluruh warga sekolah memahami prosedur penanggulangan bencana dengan baik. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak, sekaligus melatih keberanian dan kesadaran mereka akan pentingnya siaga bencana sejak dini. Dengan demikian, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat melatih keterampilan hidup yang penting untuk keselamatan bersama. Kolaborasi untuk Sekolah Siaga Bencana Pelaksanaan pelatihan ini membuktikan pentingnya kerjasama antara lembaga pendidikan, lembaga sosial, dan instansi pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. TKIT Nurul Fikri bersama Nurul Fikri Peduli dan UPT Damkar Cimanggis berkomitmen terus memberikan edukasi kebencanaan yang bermanfaat. “Melatih kesiapsiagaan bencana sejak dini adalah investasi untuk keselamatan generasi masa depan,” ujar Pak Sastra Winata dalam pelatihan. Dengan adanya pelatihan simulasi bencana gempa bumi di TKIT Nurul Fikri, diharapkan anak-anak, guru, dan karyawan semakin siap menghadapi kemungkinan bencana. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus membangun budaya siaga bencana.
Apa Itu Islam, Iman, dan Ihsan? Kupas Tuntas Hadits Arbain Nawawi ke-2
Hadits Arbain Nawawi ke-2 menjadi salah satu ajaran penting yang merangkum inti agama Islam. Dalam hadits ini, Nabi Muhammad ﷺ menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Malaikat Jibril mengenai tiga hal mendasar. Yaitu: Islam, Iman, dan Ihsan. Dialog singkat ini bukan sekadar percakapan, melainkan penegasan bahwa ketiga unsur tersebut adalah fondasi yang menyempurnakan agama seorang Muslim. Diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah dalam wujud seorang laki-laki tampan, berpenampilan sangat bersih, dan mengenakan pakaian putih tanpa tanda-tanda perjalanan jauh. Kehadirannya mengejutkan para sahabat, karena mereka tidak mengenalnya. Lalu ia duduk dekat dengan Rasulullah ﷺ dan mengajukan beberapa pertanyaan, dimulai dengan “Apa itu Islam?” Nabi pun menjawab bahwa Islam adalah bersyahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu. Inilah lima rukun Islam yang menjadi identitas lahiriah seorang Muslim. Setelah itu Jibril bertanya, “Apa itu Iman?” Rasulullah ﷺ menjawab bahwa iman adalah keyakinan kepada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab, para rasul, hari akhir, serta percaya pada takdir baik maupun buruk. Enam rukun iman ini menunjukkan dimensi keyakinan yang tidak kasat mata, namun menjadi dasar dari seluruh amal ibadah seorang Muslim. Pertanyaan berikutnya, “Apa itu Ihsan?” Rasulullah ﷺ menjelaskan, “Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, yakinlah bahwa Dia senantiasa melihatmu.” Inilah dimensi spiritual tertinggi, ketika seorang Muslim beribadah dengan penuh kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap detik kehidupannya. Hadits ini menunjukkan betapa Islam, Iman, dan Ihsan saling berkaitan. Islam menekankan pada praktik lahiriah, Iman menegaskan keyakinan batiniah, dan Ihsan melengkapi keduanya dengan kualitas spiritual yang penuh kesungguhan. Seorang Muslim yang hanya mengamalkan rukun Islam tanpa memperkuat iman bisa kehilangan makna, begitu pula iman yang tidak diwujudkan dalam amal ibadah akan terasa kosong. Ihsan hadir untuk menyempurnakan keduanya dengan menghadirkan rasa kehadiran Allah dalam segala hal. Relevansi hadits ini sangat besar dalam kehidupan modern. Banyak orang yang menjalankan ibadah sebatas rutinitas tanpa menghadirkan hati dan kesadaran penuh. Konsep Ihsan mengingatkan kita bahwa kualitas ibadah bukan hanya ditentukan oleh jumlah rakaat atau banyaknya amal, melainkan oleh kesadaran bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan kita. Dengan Ihsan, seorang Muslim akan lebih berhati-hati dalam bersikap, lebih jujur dalam bekerja, serta lebih tulus dalam berbuat baik. Selain itu, hadits ini juga memberikan pelajaran berharga dalam metode pendidikan. Cara Jibril bertanya kepada Rasulullah ﷺ di hadapan para sahabat menjadi model pembelajaran interaktif. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mendorong perhatian, melibatkan audiens, dan memberikan kesempatan bagi semua yang hadir untuk memahami inti ajaran Islam. Metode tanya jawab ini menunjukkan bahwa mengajar bukan hanya sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga menggugah rasa ingin tahu dan melibatkan partisipasi. Menariknya, hadits ini juga menyinggung adab dan penampilan. Malaikat Jibril datang dengan pakaian rapi dan bersih, memberi isyarat bahwa menghadiri majelis ilmu sebaiknya dilakukan dengan sikap sopan dan tampilan yang terhormat. Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa ilmu adalah sesuatu yang mulia, dan menghormatinya termasuk dengan cara menjaga kebersihan diri saat belajar. Jika direnungkan lebih dalam, Hadits Arbain ke-2 ini tidak hanya berbicara tentang agama dalam arti sempit, melainkan juga menyentuh aspek etika, spiritualitas, dan pendidikan. Islam memberi pedoman tindakan, Iman menanamkan keyakinan, dan Ihsan menumbuhkan kesadaran spiritual yang menyeluruh. Ketiganya membentuk keseimbangan yang sempurna bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus mempersiapkan kehidupan akhirat. Pada akhirnya, Islam, Iman, dan Ihsan adalah tiga pilar yang tidak bisa dipisahkan. Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak hanya berhenti pada formalitas ibadah, tetapi juga memperkuat keyakinan dan menghadirkan rasa kehadiran Allah dalam setiap langkah hidup. Dengan begitu, agama tidak hanya hadir di masjid atau dalam ritual, melainkan membimbing seluruh aspek kehidupan sehari-hari. nurulfikripeduli.id Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Islam, Iman, dan Ihsan 1. Apa itu Islam dalam Hadits Arbain ke-2?Islam dalam hadits ini dijelaskan sebagai praktik nyata berupa syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan haji jika mampu. Inilah lima rukun yang menjadi dasar amal lahiriah seorang Muslim. 2. Apa perbedaan Islam dan Iman?Islam lebih menekankan pada amal perbuatan yang terlihat, seperti ibadah fisik. Sedangkan Iman berkaitan dengan keyakinan batin yang tidak terlihat, seperti percaya kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, dan takdir. Keduanya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. 3. Apa itu Ihsan dan mengapa penting?Ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan kita melihat-Nya. Jika tidak mampu, maka yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita. Ihsan penting karena meningkatkan kualitas ibadah dari sekadar rutinitas menjadi ibadah penuh kesadaran spiritual. 4. Bagaimana cara menerapkan Ihsan dalam kehidupan sehari-hari?Ihsan dapat diterapkan dengan menjaga niat dalam setiap amal, berbuat baik dengan tulus, berlaku jujur dalam pekerjaan, serta senantiasa merasa diawasi Allah dalam segala aktivitas, baik di tempat umum maupun pribadi. 5. Mengapa hadits ini dianggap sangat penting?Hadits Arbain ke-2 merangkum inti agama Islam dalam tiga konsep besar: Islam, Iman, dan Ihsan. Ketiganya membentuk fondasi yang menyeluruh, sehingga seorang Muslim yang memahami hadits ini dapat menjalankan agamanya secara utuh, lahir maupun batin. sumber: ustadz farid nu’man hasan dalam tayangan youtube NF Peduli TV https://youtu.be/VW85f_EZWZc
Menjaga Lisan, Membangun Hubungan yang Lebih Baik
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar pepatah “mulutmu harimaumu,” sebuah pengingat betapa ucapan bisa menjadi bumerang yang menyakitkan bagi diri sendiri dan orang lain. Lisan, yang sekilas tampak sederhana, memiliki kekuatan luar biasa. Ia bisa menjadi sumber kebaikan, atau sebaliknya, menjadi alat penghancur jika tak digunakan dengan bijak. Sehingga menjaga lisan sangat penting sekali untuk kita kelola. Dalam kajiannya, Ustadz Farid Nu’man menyoroti beberapa bentuk tergelincirnya lisan yang seringkali luput dari perhatian kita. Beliau menjelaskan bagaimana lisan dapat menyakiti, menyesatkan, bahkan membela kebatilan. Artikel ini akan mengupas lebih dalam lima bentuk tergelincirnya lisan yang harus diwaspadai. 1. Ucapan Tanpa Adab: Mencela dan Merendahkan Orang Lain Salah satu bentuk tergelincirnya lisan yang paling umum adalah mengeluarkan ucapan tanpa adab. Ini termasuk mencela, mendamprat (roasting), atau menghina orang lain dengan tujuan merendahkan. Tindakan seperti ini bukan hanya melukai perasaan, tetapi juga dapat memicu kebencian, perpecahan, dan konflik. Dalam Islam, menjaga adab dalam berbicara adalah hal yang sangat penting. Rasulullah SAW selalu mengajarkan untuk berbicara dengan lemah lembut, penuh kasih, dan menghindari kata-kata yang menyakitkan. Menjaga lisan dari menghina orang lain bukan hanya tentang menjaga hubungan sosial, tetapi juga mencerminkan keimanan dan akhlak seseorang. 2. Berkata Tanpa Hujjah: Bohong, Gosip, dan Hoaks Perkataan tanpa dasar atau hujjah seringkali menimbulkan fitnah dan kebohongan. Bohong, gosip, dan menyebarkan hoaks adalah contoh nyata bagaimana lisan bisa tergelincir tanpa kita sadari. Di era digital ini, menyebarkan informasi yang tidak benar semakin mudah dilakukan, namun dampaknya bisa sangat merusak. Menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya adalah tindakan yang tidak hanya membahayakan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Allah SWT sangat membenci dusta, dan Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” 3. Ucapan yang Tidak Pantas: Menyembunyikan Kebenaran atau Berbicara Tidak Pada Tempatnya Tergelincirnya lisan juga bisa terjadi ketika kita berkata-kata di luar konteks, berlebihan, atau menyembunyikan kebenaran. Kadang-kadang, dalam situasi tertentu, seseorang bisa tergoda untuk berbicara lebih banyak daripada yang seharusnya, atau malah memilih diam ketika seharusnya berbicara untuk menyuarakan kebenaran. Sangat penting untuk memahami bahwa ada waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara. Salah satu bentuk kedewasaan dalam berkomunikasi adalah mengetahui kapan harus diam dan kapan harus berbicara. Sebuah hadis Rasulullah SAW menyebutkan, “Barangsiapa yang menjaga lisannya, maka Allah akan menutupi kesalahannya.” Baca Juga: Bagaimana berinteraksi dengan al Qur’an 4. Diam Saat Harus Menyampaikan Kebenaran Kebisuan bisa menjadi bentuk lain dari tergelincirnya lisan. Ketika seseorang memilih diam dalam situasi di mana ia seharusnya menyuarakan kebenaran, ini bisa menjadi kesalahan besar. Diam saat melihat ketidakadilan, kebatilan, atau kedzaliman adalah bentuk lain dari kesalahan dalam penggunaan lisan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT sering mengingatkan kita untuk menyampaikan kebenaran, meski kadang itu terasa berat atau tidak populer. Menyuarakan kebenaran adalah bagian dari tanggung jawab moral setiap Muslim. 5. Membela Orang-Orang Zalim Salah satu tergelincirnya lisan yang paling berbahaya adalah ketika seseorang menggunakan ucapannya untuk membela orang-orang zalim. Membela kezaliman, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat memperkuat ketidakadilan di masyarakat. Dalam Islam, keadilan adalah pilar utama kehidupan. Membela yang salah sama dengan meruntuhkan pilar tersebut. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati agar lisan kita tidak menjadi alat pembenaran bagi tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Kesimpulan: Bijak dalam Menggunakan Lisan Lisan adalah anugerah dari Allah SWT yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab. Sebuah perkataan yang baik dapat mendatangkan rahmat, tetapi ucapan yang salah dapat membawa bencana. Ustadz Farid Nu’man mengingatkan kita untuk selalu introspeksi diri dan berhati-hati dalam berkata-kata, agar kita terhindar dari tergelincirnya lisan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Menjaga lisan bukan hanya tentang menjaga hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga bagian dari menjaga hubungan kita dengan Allah SWT. Semoga kita semua dapat terus belajar untuk menggunakan lisan dengan bijak, menyuarakan kebenaran, dan menjauhkan diri dari segala bentuk ucapan yang menyakiti.
Berinteraksi dengan Al-Qur’an: Menjalani Akhlak Mulia
Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi dengan Al-Qur’an merupakan refleksi dari akhlak seorang Muslim. Ust. Anwar Nasihin, Lc., menekankan pentingnya akhlak mulia sebagai landasan bagi umat Islam. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai bagaimana cara berinteraksi dengan Al-Qur’an dan mengapa hal ini sangat vital bagi kehidupan beriman. Mengapa Akhlak Mulia Itu Penting? 1. Eksistensi Manusia: Akhlak yang baik menunjukkan keberadaan dan harga diri seseorang. Tanpa akhlak, individu tidak akan dihormati di masyarakat. 2. Misi Rasulullah: Innamaa bu’istu li utammima makaarimal Akhlaq Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Melalui dakwah yang bijak, kita bisa memperbaiki diri dan orang lain. 3. Nilai Kehidupan: Akhlak mulia menentukan nilai seseorang. Dalam interaksi sosial, akhlak menjadi faktor yang membuat hubungan sosial menjadi nyaman. 4. Pembeda Manusia dan Binatang: Akhlak membedakan manusia dari makhluk lainnya. Manusia memiliki tata krama yang tidak dimiliki binatang, menjadikan akhlak sebagai tanda kemuliaan. Interaksi dengan Al-Qur’an Langkah-langkah Berinteraksi 1. Membaca Al-Qur’an: Luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an. Ini adalah langkah pertama dalam membangun hubungan yang kuat dengan kitab suci. 2. Memahami: Jangan hanya membaca, tetapi pahami makna dari setiap ayat. Pengetahuan akan memperdalam rasa cinta dan kepatuhan. 3. Menghayati: Rasakan setiap kata dan pesan yang terkandung. Hayati ajaran yang dapat membentuk karakter kita menjadi lebih baik. 4. Mengamalkan: Implementasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata adalah cerminan dari pemahaman kita. 5. Mendakwahkan: Bagikan pemahaman dan pengalaman Anda kepada orang lain. Dakwah bukan hanya tanggung jawab ulama, tetapi juga setiap Muslim. Baca Juga: https://nurulfikripeduli.id/jumat-berkah-keutamaan-sedekah-di-hari-jumat/ Interaksi dengan Al-Qur’an adalah bagian integral dari akhlak seorang Muslim. Melalui akhlak mulia, kita bisa membangun karakter yang baik dan hubungan yang harmonis dalam masyarakat. Dengan berkomitmen untuk membaca, memahami, menghayati, mengamalkan, dan mendakwahkan Al-Qur’an, kita akan lebih dekat kepada Allah SWT dan menjalani hidup yang penuh berkah. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam setiap langkah kehidupan kita. Wallahu ‘alam
Kajian Sirah Nabawiyyah NF Peduli
(Kamis, 29/08/2024 ) Telah terlaksana kajian rutin bulanan karyawan NF Peduli dengan tema “Sirah Nabawiyyah” di Aula Rumah Peduli, yang dipandu oleh pemateri, KH. Aunur Rafiq, Lc., MA. Kajian ini dihadiri oleh para karyawan NF Peduli sebagai upaya untuk memperdalam pemahaman mereka tentang karakter keislaman dan perjalanan hidup Rasulullah SAW serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa poin penting yang perlu kita fahami terkait sirah nabawiyyah, yaitu: Memahami Konsep Sirah Nabawiyyah Sirah Nabawiyyah adalah catatan sejarah tentang kehidupan Rasulullah SAW, yang mencakup segala aspek dari kelahiran hingga wafat beliau, serta perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam. Memahami Sirah Nabawiyyah tidak hanya sebatas mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi, tetapi juga menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Urgensi Mempelajari Sirah Nabawiyyah Mengapa mempelajari Sirah Nabawiyyah begitu penting? **KH. Aunur Rafiq, Lc., MA.** menjelaskan bahwa memahami perjalanan hidup Rasulullah SAW memberikan kita panduan yang jelas tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya hidup. Sirah Nabawiyyah memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan penuh keberanian, keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan dalam berpegang pada kebenaran. Keistimewaan Sirah Nabawiyyah Sirah Nabawiyyah memiliki beberapa keistimewaan, di antaranya: -Panduan Hidup: Menyediakan teladan hidup yang sempurna dari Rasulullah SAW dalam berbagai situasi, baik sebagai pemimpin, pedagang, suami, ayah, maupun sahabat. – Sumber Inspirasi: Menginspirasi umat Islam untuk memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. – Meneguhkan Keimanan: Mengingatkan kita akan perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat untuk menegakkan agama Islam, sehingga memperteguh keyakinan kita terhadap kebenaran ajaran Islam. Manfaat Mempelajari Sirah Nabawiyyah Mempelajari Sirah Nabawiyyah memiliki banyak manfaat, antara lain: – Memperkuat Iman dan Ketakwaan: Mengetahui lebih dalam tentang Rasulullah SAW membuat kita lebih mengenal dan mencintai beliau, yang pada akhirnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. – Meningkatkan Kepahaman Agama: Melalui kajian Sirah Nabawiyyah, kita bisa lebih memahami ajaran-ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. – Menumbuhkan Kecintaan pada Nabi Muhammad SAW: Memahami berbagai sisi kehidupan Rasulullah SAW akan menumbuhkan rasa cinta dan keinginan untuk meneladani beliau. Donasi Mudah untuk Misi Kebaikan Melalui NF Peduli Selain mengadakan kajian keagamaan, NF Peduli juga mengajak seluruh umat Muslim untuk berpartisipasi dalam program-program sosial kemanusiaan. Anda dapat dengan mudah berdonasi melalui platform crowdfunding di website NFPeduli https://nurulfikripeduli.id Donasi juga bisa dilakukan melalui QR Code/QRIS atau transfer ke Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7128233468 atas nama Yayasan Nurul Fikri Peduli. Baca Juga: https://nurulfikripeduli.id/jumat-berkah-keutamaan-sedekah-di-hari-jumat/ Kajian rutin bulanan karyawan NF Peduli tentang Sirah Nabawiyyah memberikan banyak hikmah dan pelajaran berharga. Mari kita terus memperdalam pemahaman kita tentang sejarah Rasulullah SAW dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Jumat Berkah: Keutamaan Sedekah di Hari Jumat
Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam, dikenal sebagai Penghulu segala hari atau Rajanya hari. Di dalamnya terkandung berbagai keutamaan yang membuat umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk bersedekah. Jumat berkah, karena sedekah pada hari Jumat memiliki pahala yang berlipat ganda dan menjadi salah satu amal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Keutamaan Hari Jumat Hari Jumat memiliki tempat istimewa di hati umat Muslim. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai hari yang paling mulia di antara hari-hari lainnya. Beberapa keutamaan hari Jumat antara lain: – Dikabulkannya Doa: Di antara waktu-waktu tertentu di hari Jumat, terdapat momen yang sangat mustajab untuk berdoa, di mana Allah SWT akan mengabulkan permintaan hamba-Nya. – Pahala Berlipat Ganda: Setiap amal baik yang dilakukan di hari Jumat, termasuk sedekah, akan diganjar dengan pahala yang berlipat. – Kesempatan Mendapatkan Ampunan: Beribadah di hari Jumat, seperti shalat Jumat dan memperbanyak dzikir, adalah sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Sedekah Mudah dengan Donasi Online Melalui NF Peduli Dalam era digital ini, bersedekah kini semakin mudah dilakukan, salah satunya melalui donasi online di platform Crowdfunding NF Peduli yang bisa diakses di websitenya NF Peduli www.nurulfikripeduli.id. Dengan beberapa klik saja, Anda dapat berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan di hari yang penuh berkah ini. Tidak hanya melalui website, sedekah jumat juga bisa dilakukan melalui QR Code/QRIS atau Transfer langsung ke Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7128233468 atas nama Yayasan Nurul Fikri Peduli. Dengan berbagai metode ini, diharapkan semakin banyak orang yang bisa turut serta dalam berbagi kebaikan di hari Jumat yang penuh berkah dan rahmat. Sedekah Jumat Berkah: Berkah untuk Semua Donasi yang Anda salurkan melalui program Jumat Berkah akan didistribusikan dalam bentuk bantuan makanan atau sembako kepada mereka yang membutuhkan, seperti saudara-saudara kita yang kurang berkecukupan, ojek online, anak jalanan, anak pesantren, anak sekolah, yatim dhuafa, guru, pendidik, hingga mahasiswa yang berada di sekitaran NF Peduli. Penyaluran bantuan ini dilakukan setiap hari Jumat, setelah sholat Jumat, sehingga kebaikan yang Anda berikan akan langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Hari Jumat bukan sekadar hari biasa; ia adalah hari yang penuh dengan berkah dan keutamaan. Dengan bersedekah, terutama di hari Jumat, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama. Mari jadikan setiap Jumat lebih berarti dengan bersedekah melalui NF Peduli. Klik nurulfikripeduli.id sekarang dan mulai berbagi kebaikan di hari yang penuh rahmat ini. Yuk mulai berbagi kebaikan di hari yang penuh rahmat ini !