Kajian Tadabbur Al-Qur’an SMPI NF Peduli Tekankan Iman, Keteladanan, dan Amal
Depok, 4 September 2026. Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Namun, menjadi anak saleh bukanlah sesuatu yang terbentuk secara instan. Ia lahir dari proses pendidikan yang panjang, keteladanan, pembiasaan kebaikan, serta kedekatan dengan Al-Qur’an.
Pesan inilah yang mengemuka dalam Kajian Tadabbur Al-Qur’an SMPI NF Peduli yang diselenggarakan pada Jumat, 4 September 2026, di Lantai 1 Masjid Nurul Fikri, Depok. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.45–10.45 WIB tersebut menghadirkan Ust. Drs. Sueb Mawardi, M.Ag. sebagai pemateri dan diikuti oleh guru, siswa, serta orang tua SMPI NF Peduli.
Mengenali Ciri-Ciri Orang Saleh
Mengangkat tema “Ciri-Ciri Orang Sholeh”, kajian mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman agama secara teoritis, tetapi melihat bagaimana nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu landasan yang dibahas adalah QS. Ali Imran ayat 114, yang menggambarkan orang-orang saleh sebagai mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mengajak kepada kebaikan (makruf), mencegah kemungkaran, serta bersegera dalam mengerjakan berbagai kebajikan.
Dengan demikian, kesalehan tidak hanya tercermin dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kepedulian, akhlak, dan semangat menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Anak Saleh, Investasi Terbaik bagi Orang Tua
Kajian juga mengingatkan besarnya nilai seorang anak yang tumbuh dalam kesalehan bagi kedua orang tuanya. Anak saleh merupakan anugerah sekaligus investasi akhirat karena doa dan kebaikannya dapat menjadi amal yang terus mengalir bagi orang tua.
Kesalehan anak juga menjadi sumber ketenangan dan keharmonisan dalam keluarga. Karena itu, membentuk anak menjadi pribadi yang saleh bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan amanah bersama yang membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan pendidikan.
Pendidikan yang Tidak Berhenti pada Nasihat
Untuk membentuk karakter anak yang saleh, diperlukan proses pendidikan yang berkesinambungan. Materi kajian menekankan pentingnya keimanan yang kokoh, dai yang handal, karakter cekatan (musara’ah), serta tarbiyah yang berlangsung secara terus-menerus dan simultan.
Pembentukan karakter membutuhkan proses yang konsisten. Apa yang ditanamkan di sekolah perlu diperkuat di rumah, sementara nilai-nilai yang diajarkan kepada anak perlu hadir dalam bentuk pembiasaan dan contoh nyata.
Hal tersebut selaras dengan metode Rasulullah SAW dalam mendidik anak yang turut dibahas dalam kajian, yakni melalui kelembutan dan kasih sayang, keteladanan, nasihat, doa, serta pendidikan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Anak tidak cukup hanya diberi tahu tentang kebaikan. Mereka perlu melihat kebaikan itu hadir dalam perilaku orang-orang dewasa di sekitarnya.
Sinergi Sekolah, Guru, dan Orang Tua
Dalam sambutannya, Krisna Panji, S.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Dakwah dan Media NF Peduli, menyampaikan bahwa kajian Tadabbur Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar NF Peduli dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan dekat dengan Al-Qur’an. Karena itu, pendidikan anak membutuhkan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.”
Ia juga mengajak peserta menjadikan kajian bukan sekadar ruang untuk memperoleh pengetahuan, melainkan momentum untuk melakukan muhasabah dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tadabbur berarti kita tidak berhenti pada membaca dan mengetahui ayat, tetapi berusaha memahami pesan Allah dan menghadirkannya dalam perilaku kita. Mudah-mudahan dari masjid ini lahir generasi yang mencintai Al-Qur’an, mencintai kebaikan, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.”
Melalui kegiatan ini, NF Peduli berharap guru, orang tua, dan siswa semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu bersama-sama mewujudkan generasi yang beriman, berakhlak, cekatan dalam kebaikan, dan bermanfaat bagi sesama.
Sebab, pada akhirnya, tadabbur bukan sekadar tentang memahami ayat, tetapi tentang bagaimana pesan-pesan Al-Qur’an hadir dalam kehidupan dan berubah menjadi amal nyata.
NF Peduli — Commitment to Care and Share.

